Berita  

Padukan Olaraga Aksi Sosial  dan  Ekonomi Rakyat “Tour de EnTeTe 2026 Jelajahi Timor Sumba Hingga Alor

Kupang,Arahntt.com– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena ingin menjadikan Tour de EnTeTe 2026 lebih dari sekadar kegiatan olahraga. Melalui konsep “berjalan sambil berbuat baik”, ia mengajak peserta menyusuri berbagai wilayah di NTT sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat, mengunjungi sekolah, dan menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Intinya kita berjalan sambil berbuat baik. Jadi, kita berjalan ataupun berlari sambil berbuat baik,” kata Melki saat memimpin rapat persiapan Tour de EnTeTe 2026 di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang, Minggu, 1 November 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT yang puncaknya diperingati pada 20 Desember 2026. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya yang identik dengan sepeda, tahun ini pemerintah provinsi mengubah konsepnya menjadi kegiatan jalan kaki lintas wilayah yang dipadukan dengan lomba lari 10 kilometer atau 10K.

Melki menjelaskan, perubahan konsep itu berangkat dari evaluasi terhadap dampak ekonomi kegiatan olahraga sebelumnya. Menurut dia, kegiatan bersepeda dan berlari memang mampu menarik perhatian publik serta menghasilkan eksposur melalui media sosial. Namun, pergerakan peserta yang relatif cepat dinilai belum cukup memberi dampak langsung bagi aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang rute.

Karena itu, pemerintah ingin menghadirkan kegiatan yang memungkinkan peserta berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat dan lingkungan yang dilalui.

Sepanjang perjalanan, peserta akan diarahkan untuk singgah di sejumlah titik, seperti sekolah, lokasi UMKM, maupun tempat lain yang membutuhkan perhatian. Pemerintah juga membuka kemungkinan memberikan bantuan sesuai kebutuhan di lokasi tersebut, mulai dari buku dan alat tulis untuk siswa hingga dukungan fasilitas bagi masyarakat.

READ:  Pemprov NTT Gandeng Sinode Gemit Tingkatkan  Kesejahteraan dan Perlindungan Pekerja

“Kita juga akan melihat satu dua tempat yang bisa kita singgahi, kasih dukungan, bantuan dalam rangka ulang tahun NTT,” ujar Melki.

Pemerintah provinsi juga merencanakan pembukaan stan UMKM di titik keberangkatan dan garis finis setiap etape. Peserta akan diajak membeli dan mengenal produk lokal sebelum memulai perjalanan maupun setelah menyelesaikan rute.

Dengan cara itu, Tour de EnTeTe diharapkan tidak hanya menjadi ruang bagi komunitas olahraga, tetapi juga kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan memperoleh transaksi.

Tour de EnTeTe 2026 dirancang menjangkau seluruh wilayah NTT dengan pembagian rute berdasarkan kawasan kepulauan. Pemerintah menyiapkan perjalanan di daratan Timor, Sumba, Flores, serta pulau-pulau kecil, termasuk Sabu, Rote, Lembata, dan Alor.

Pada tahap awal, perjalanan di daratan Timor dijadwalkan berlangsung pada 4-7 November 2026. Rutenya mencakup kawasan perbatasan Kabupaten Malaka dan Belu, wilayah perbatasan Timor Tengah Utara dan Timor Tengah Selatan, serta perbatasan Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. Etape terakhir direncanakan berlangsung di sekitar Oelamasi, Kabupaten Kupang, dengan kegiatan jalan kaki yang dipadukan dengan lari 10K.

Setelah itu, kegiatan berlanjut ke Pulau Sumba pada 11-14 November 2026, dengan rute yang mencakup Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur.

Untuk Pulau Flores, perjalanan direncanakan berlangsung pada 18-21 November 2026. Rutenya akan menghubungkan sejumlah wilayah, mulai dari kawasan Manggarai Barat hingga Flores Timur dan Sikka. Karena kondisi geografis Flores yang memiliki banyak jalur menanjak dan berkelok, Melki meminta panitia mempertimbangkan tingkat kesulitan rute agar tidak membebani peserta.

READ:  Bank NTT Sponsor Utama Balap Sepeda  Tour De En TeTe 2025

Sementara itu, untuk wilayah kepulauan, pemerintah merencanakan perjalanan di Sabu dan Rote pada akhir November, kemudian dilanjutkan ke Lembata dan Alor pada awal Desember. Setiap pulau akan mendapat porsi perjalanan yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan akses transportasi.

Melki menegaskan, penentuan rute tidak boleh hanya mempertimbangkan jarak. Panitia diminta memilih jalur yang relatif aman, tidak terlalu menanjak, serta memungkinkan masyarakat di sekitar lokasi ikut terlibat.

Total perjalanan di kawasan utama dirancang sekitar 50 kilometer dalam empat hari, dengan pembagian jarak 15 kilometer pada dua hari pertama serta masing-masing 10 kilometer pada dua hari berikutnya. Untuk wilayah kepulauan, jarak perjalanan disesuaikan menjadi sekitar 25 kilometer di setiap pulau.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pemerintah juga merencanakan lomba lari 10K di Kota Kupang pada 12 Desember 2026. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi puncak partisipasi komunitas lari sekaligus menarik keterlibatan masyarakat yang lebih luas.

Selain kegiatan olahraga, Melki meminta agar perayaan HUT ke-68 NTT tidak hanya terpusat di Kota Kupang atau ibu kota kabupaten. Ia menginginkan kegiatan pameran dan berbagai agenda perayaan ditempatkan hingga ke wilayah pinggiran, desa, dan kawasan yang selama ini jarang menjadi lokasi kegiatan pemerintah.

Menurut dia, perayaan ulang tahun provinsi merupakan milik seluruh masyarakat NTT, bukan hanya warga yang tinggal di pusat pemerintahan.

“Sekali lagi, HUT NTT ini miliknya warga masyarakat NTT. HUT-nya itu tidak harus ditaruh di ibu kota kabupaten. Kita pun juga tidak mesti taruh dalam kota sini. Tidak harus juga,” katanya.

READ:  Plafon Rujab Wagub NTT Roboh Diduga Akibat Rembesan Air,Beny Nahak"Rehab Total atau bangun Baru

Ia mencontohkan, kegiatan di Kabupaten Alor dapat ditempatkan di Pulau Pantar, sedangkan di Kabupaten Timor Tengah Utara bisa dilaksanakan di kawasan Wini. Penentuan lokasi, kata dia, harus mempertimbangkan potensi keramaian dan peluang menggerakkan ekonomi masyarakat.

Melki juga meminta agar pameran menjadi ruang transaksi bagi pelaku UMKM, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Produk seperti pakaian Natal, kue, dan pernak-pernik perayaan Natal diharapkan mendapat tempat dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai momentum akhir tahun perlu dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat NTT yang menurut laporan diterimanya belum menunjukkan perkembangan menggembirakan.

“Ini bagian dari kita mau kasih gerak ekonomi kerakyatan ini menjelang tutup tahun. Mudah-mudahan masih bisa terdongkrak sedikit dari yang kita kerjakan ini, keliling satu NTT dan melalui pameran,” ujar Melki.

Dalam rapat tersebut, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga diminta menyiapkan dukungan teknis, tenaga lapangan, serta koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan komunitas olahraga setempat. Pemerintah turut mempertimbangkan keterlibatan tenaga kesehatan, ambulans, aparat keamanan, sekolah, dan komunitas pelari di setiap daerah.

Melki meminta seluruh OPD segera memetakan rute dan titik persinggahan agar persiapan dapat diputuskan dalam waktu singkat. Ia berharap setiap etape tidak hanya menjadi perjalanan olahraga, tetapi juga menghadirkan kegiatan sosial dan pelayanan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan konsep tersebut, Tour de EnTeTe 2026 diarahkan menjadi perayaan HUT NTT yang menyatukan olahraga, kepedulian sosial, promosi potensi daerah, dan pergerakan ekonomi rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *